Tak Harus Dibatasi Logika

Posted on July 25, 2015 By

 

Oleh: Devi Yulianti Wafiah

 

Saat ini ilmu pengetahuan telah menonjolkan kelemahan manusia modern yakni terpaku pada cara berpikir rasional. Ilmu pengetahuan telah berkembang secara dramatis, dimana semua orang terjeruus pada usaha merasionalkan segalanya. Pemikiran ilmiah telah mengarah pada pemikiran positivisme logis dimana pendekatan ini telah mengarahkan pada melemahnya penerimaan akan hal – hal yang melampaui akal sehatdan mengarah pada alam yang tak terlihat karena tidak semua hal di dunia ini memiliki batas. Ada kalanya kebesaran pencipta membuat sesuatu yang tak terbatas. Seperti Alam semesta dan otak manusia.

Dari setiap sel yang ada ditubuh kita hanya baru 5 – 10 % yang diketahui memiliki peran tertentu dalam tumbuh kembangnyakehidupan sedangkan sisanya tidak ada yang tahu dan belum diketahui tugasnya untuk apa. Mungkin saja selebihnya hanya membuat sejarah evoslusi dari saat ke saat atau mungkin justru berisi potensi – potensi untuk kehidupan masa mendatang. Maka jika kita tetap memfokuskan pada satu hal saja yang setiap saat kita lakukan dan merasionalkan semua hal yang ada disekeliling kita maka sampai kapanpun sel itu saja yang akan bekerja dengan begitu kita hanya dapat menangkap sebagian apa yang ada disekeliling kita dan sel lain yang ada dalam tubuh kita akan kehilangan fungsi dan perannya yang menyebabkannya rusak dan mati.

Pentingnya melakukan hal – hal baru dan mencari informasi – informasi baru untk diserap dan menyipannya dengan pelbagai cara tentu dibutuhkan. Kepercayaan pada setiap indera yang dimiliki, ketajaman pada tingkatan emosi dan perasaan, merasai hati menguatkan spiritual dan motivasi diri sangatlah dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya setiap sel yang kita miliki.

Otak manusia terdiri dari milyaran sel yang memiliki tugas dan fngsi masing – masing. Otak manusia terdiri dari bagian – bagian yang pada pos – posnya memiliki ketajaman pada pelbagai hal tertentu. Tentu alangkah lebih baik jika otak yangkita miliki berkebang sempurna antara semua bagian otaknya. Bukan satu yang unggul dan terus saja bekerja keras menangkap setiap informasi dan menyimpannya sedangkan bagian yang lainnya hanya berdiam dan melemah karena tidak pernah digunakan.

Bagian – bagian otak ini memiliki tugas yang sama yakni berpikir namun cara kerja, system menangkap informasi, informasi yang diolah, informasi yang disimpan itu semua berbeda. Namun pemikiran – pemikiran yang dihasilkan oleh otak pada intinya sama saja yakni sebagai modal untuk menumbuh kembangkan setiap potensi yang ada dalam semua aspek kehidupan.

Pemikiran rasional adalah pemikiran secara logis, teratur, sistematis maka yang diutamakan pada otak kiri dan pemikiran irasional adalah pemikiran yang didahulukan perasaan, tanpa pertimbangan, hanya sketsa dan imajinasimaka otak kanan lah yang lebih berperan. Dalam kehidupan tentu kita membutuhkan keduanya secara seimbang. Berpikir logis tentu sangatlah penting untuk membangun kinerja yang baik dalam menjalani kehidupan dan kesajahteraan material namun berpikir kearah kearifan konvensional pun penting untuk membangun integritas dan kepedulian serta  kebahagiaan yang tak ternilai dan tak dapat dinilai hanya dengan uang kertas apalagi logam.

 

 

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 7 ?
Please leave these two fields as-is: