Sekolah Harapan Kecerdasan

Posted on November 16, 2015 By

Slide1

Oleh: Devi Yulianti  Wafiah

Setiap pertanyaan membutuhkan jawaban dan kebanyakan bila ditanya di manakah tempat mencerdaskan generasi penerus bangsa maka sekolah tentulah masih tempat yang paling diharapkan pendidikan di sekolah masih menjadi primadona unuk menjadikan generasi penerus sesuai ang diharapkan. Karena hal Itulah mengapa sebagian besar orang tua percaya untuk menitipkan anaknya di sekolah-sekolah. Dan bermilyar-milyar bahkan trilyunan rupiah digelontorkan untuk mewujudkan harapan tersebut.

Namun tidakkah mata kita terbuka sejatinya sekolah telah menjadi tempat pembodohan anak-anak kita. Bagaimana tidak, saat ukuran keberhasilan ditentukan hanya dengan ukuran akademik, sehingga seluruh energi sekolah diarahkan untuk mengoptimalkan satu sisi ukuran kecerdasan itu. Maka yang terjadi ribuan bahkan ratusan ribu anak-anak kita kini telah menjadi korban pembodohan pendidikan karena tidak lulus ujian. Padahal kita menyadari betul bahwa kualitas suatu pendidikan sangatlah sempit bila hanya dinilai dan ditentukan oleh sisi akademik semata apalagi hanya menekankan aspek kognitif.

Hal ini jelas bertentangan dengan tujuan pendidikan yang dirancang pendidikan nasional.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Apakah semua hal ini dapat di miliki hanya dengan nilai akademik tinggi?

Penilaian keberhasilan dalam pendidikan seperti ini tentu sangat bertolak belakang dengan keyakinan bahwa manusia ini diciptakan dalam beragam potensi yang berbeda-beda, sehingga sangat tidak adil bila hanya mengukur keberhasilan dan kegagalannya hanya ditentukan dari sisi kognitif semata. Dan bila dihubungkan dengan teori tentang kecerdasan majemuk, yang menjadikan potensi kognitif hanyalah sebagian saja dari potensi-potensi lainnya maka semakin jelaslah ujian tidak bisa jadi satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan.

Kunci utama untuk mencapai cita – cita, prestasi, sukses dan sejahtera adalah dengan mendayagunakan kekuatan, bukan dengan mengoreksi atau mengatasi kelemahan. Bukankah tuhan lembih menyukai orang – orang yang kuat dibandingkan hambanya yang lemah walaupun padanya ada masing-masing kebaikan. orang yang mengoptimalkan kelebihan yang dimilikinya dan dia fokus untuk mengembangkan kelebihan itu, maka setiap akan memiliki kesempatan yang besar menjadi hamba yang disukai oleh Tuhan yang maha esa ALLOH SWT. Disinilah kunci awal bagi sekolah yang ingin menjadikan sekolahnya sebagai tempat mencerdaskan, perlu memiliki pandangan untuk fokus pada kelebihan setiap anak didiknya serta usaha mengembangkannya dan mencoba untuk memaafkan kekurangannya karena setiap anak pasti memiliki kelebihan disamping pasti memiliki kekurangan.

Paradigma awal sekolah mencerdaskan telah dimiliki, hal selanjutnya sebagai kunci encapai kesuksesan adalah memastikan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah diarahkan pada proses pembelajaran yang menghargai dan melayani seluruh potensi kecerdasan. Disinilah perlunya beragam pendekatan pembelajaran dan beragam metode penilaian yang variatif agar anak-anak bisa dilihat dari berbagai segi kecerdasan yang dimilikinya. Pada tahapan ini, sekolah perlu memfasilitasi peningkatan kemampuan guru agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang mencerdaskan dan kesabaran untuk tidak melihat anak didiknya hanya dari satu sisi kecerdasan, sehingga jadilah sekolah yang menemukan kecerdasan, bukan sekolah yang membodohkan anak- anak didiknya. Hal ini pentig dilakukan agar tidak ada anak yang merasa dirugikan karena kelebihannya tidak dinilai dan tidak mendapat penghargaan.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang masih dipercaya sebagai ujung tonggak lembaga kecerdasan dan mencerdaskan harus bisa bersikap adil dan menguasai setiap aspek kecerdasan agar semua peserta didik dapat mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya.

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 5 ?
Please leave these two fields as-is: