Pendidikan Seni dan otak kanan

Posted on December 18, 2015 By

alat-musik-tradisional-talempong-minangkabau-sumatera-barat-talempong-kuningan-batu-kayu

Oleh: Devi Yulianti Wafiah

Otak sebagai organ pusat control yang sangat penting terlebih juga sebagai pusat kendali, dalam semua sistem yang digunakan tubuh. Otak merupakan organ terpenting sebagai inti kecerdasan dan kemampuan berpikir manusia. Secara anatomi otak terbagi kepada beberapa bagian. Bagian terbesar disebut dengan otak besar dengan dua belahan yang terkenal dengan otak kiri dan otak kanan. Dimana otak inilah yang memiliki peran terpenting dalam aktivitas pembentukan daya ingat dan kecerdasan manusia.

Otak cenderung membagi aktivitas menjadi dua yaitu : aktivitas otak kiri dan aktivitas otak kanan. Bila yang satu aktif yang lain cenderung in aktif. Otak kiri berhubungan dengan logika, urutan bahasa angka, dan analisa. Sedangkan otak kanan akan aktif bila berhubungan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Keduanya memiliki peran yang berbeda dan bertolak belakang, namun hasil riset pada tahun 1981 membuktikan bahwa mengembangkan aktivitas otak kiri dan kanan secara harmonis dan simultan akan menggandakan kemampuan dasar secara sinergi dan menghasilkan kecerdasan yang luar biasa.

Pertumbuhan otak anak paling pesat terjadi pada usia 0-2 tahun, dimana volume otak akan mencapai 80 %. Akan tetapi tidak berarti bahwa perkembangan otak berhenti hanya sampai disitu saja. Volume otak anak terus berjalan hingga usia 12 tahun.untuk kecerdasan yang optimal tentu harus melibatkan pemberian nutrisi dan stimulasi bagi perkembangan otak yang masih tetap sangat dibutuhkan, bahkan setelah usia diatas 12 tahun. Perlu pro aktif orang tua dalam membentuk perkembangan otak kiri dan kanan secara seimbang agar kecerdasan anak mencapai tahap otimal.

Di samping gizi yang seimbang sudah tentu menciptakan kondisi lingkungan yang mensimulasi aktivitas otak kiri dan kanan.  Harus dikenalkan pada anak sedini mungkin dengan warna, kosa kata, cerita dan berkreatifitas tanpa mengurang daya nalar dan pengetahuannya. Salah satu pendidikan yang amat sangat berguna bagi perkembangan otak adalah pendidikan seni. Pendidikan seni berperan penting untuk perkembangan belahan otak bagian kanan sebagai aktifitas melakukan penjiwaan namun juga tak mengurangi kinerja otak kiri yang runtut memainkan peran dan alur seni yang jelas.

Banyak orang tua yang menganggap bahwa pelajaran seni khususnya seni rupa, bukanlah pelajaran penting. Apalagi bila ditinjau dari segi ekonomisnya. Karena pelajaran seni rupa selalu dihentikan dengan alih – alih biaya yang besar. Sementara di pihak lain secara praktis pendidikan seni rupa dianggap tidak menghasilkan keuntungan material yang memadai. Hal ini diperkuat dengan banyaknya pengalaman berkesenian seseorang yang tidak memberikan jaminan apa – apa secara material. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kehidupan seorang seniman tidak menjamin kemapanan secara materi. Banyak seniman yang punya nama besar, tetapi tetap hidup miskin. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh kebanyakan orang tua jika anak menganggap lingkup berkesenian ini sebagai profesi maka masa depan yang ada masih jauh dari kesejahteraan, walaupun sebagian lainnya para seniman merasakan kemapanan.

Sementara bagi siswa sendiri pelajaran seni rupa adalah suatu yang harus diiringi dengan bakat tak cukup hanya minat tanpa adanya bakat.  Alih – alih membelokan pendidikan kearah kesenangan semata dan berpikir jika tidak berbakat bagaimanapun cara belajarnya hasilnya tetap tidak akan bagus. Teringat perkataan prof. Ganta disalah satu bukunya menyatakan “Bahwa bangsa yang menggusur pendidikan seni dari kurikulum sekolahnya akan menghasilkan generasi yang berbudaya kekerasan di masa depan”, mungkin hal ini dimaksudkan karena dengan tidak adanya pendidikan seni maka berkemungkinan untuk hilangnya kepekaan dalam membedakan nuansa baik dan nuansa buruk.

Pendidikan seni rupa mampu menghidupkan fantasi, melatih ketangkasan berfikir diiringi ketajaman penghayatan terhadap alam sekitar serta lingkungan dimana anak-anak berada. Pendidikan seni rupa mampu mendatangkan jiwa dan raga anak-anak hingga kelak mencintai daerahnya dengan dilandasi nilai estetis dan artistik. Lesunya berbagai cabang seni budaya karena absennya apresiasi masyarakat terhadap seni. Mungkin saja cara pengajaran dan pendidikan seni budaya sekolahan baru sampai pada permukaan, belum menukik ke inti, yang membuat pelajar memberikan penghargaan tinggi pada karya seni dan budaya.

Kekurangan dalam sistem pendidikan ini perlu disadari oleh para orang tua, eksekutif dan para pelaku pendidikan. Setidaknya adakanlah kunjungan ke museum, gallery, pameran atau menyaksikan pertunjukan teater dalam acara study toornya.

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: