Pendidikan Menciptakan Ekonomi

Posted on December 17, 2015 By

kemuliaan-menjadi-seorang-guruOleh: Devi Yulianti Wafiah

Kebijakan pendidikan yang saat ini digunakan tentu dengan berkali – kali mengganti kurikulum walaupun landasannya sama dan tujuannya sama agar mampu menjawab tantangan masyarakat Indonesia ke depan dimasa yang akan datang. Pendidikan yang dijalankan selama ini, selalu saja dievaluasi, dan selanjutnya dilakukan perubahan, semata – mata digunakan agar tidak ketinggalan zaman secara terus menerus. Pendidikan yang selalu di sandarkan dengan relevansi perkembangan zaman harus terus menerus dikembangkanseiring pesatnya pertumbuhan dan perkembangan di dunia global.

Hal yang penting untuk disadari bahwa zaman selalu berubah, dan apalagi perubahan itu akan semakin cepat sebagai akibat ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang cepat. Manakala pendidikan tidak mengalami perubahan atau keadaannya tetap statis saja, maka generangsi penerus bangsa sebagai konsumen utama pendidikan nasional akan semakin tertinggal. Akibatnya, bangsa ini tidak akan mampu bersaing dengan bangsa – bangsa lain yang sudah semakin maju.

Ketertinggalan pendidikan sudah sangat jelas sekali terlihat apalagi terasakan. Dari mulai label Negara konsumen yang tidak mampu memproduk kebutuhan yang amat sederhana sekali dan selalu kalah bersaing dengan produk – produk negara lain yang sudah maju. Bangsa yang menamakan diri sebagai bangsa agraris dan memiliki lahan pertanian luas dan subur, iklim yang sangat mendukung usaha pertanian, dan lain-lain, namun kebutuhan hidup sehari-hari bahkan garam saja masih import.

Bangsa ini banyak memiliki universitas dengan pelbagai fakultas yang melahirkan banyak par ahli dengan IPK comloude namun belum mampu bersaing dengan para ahli yang sama dari Negara – negara lain. Hasil karya para sarjana – sarjana negara lain ternyata lebih unggul, buktinya mereka mampu menjual produk – produknya ke Indonesia. Lalu di mana letak kekeliruan atau kesalahan yang selama ini dilakukan. Apakah pada  tingkat kebijakan, atau sumber daya yang masih kurang?

Manakala kesalahan itu berada pada pengambil kebijakan, maka harus segera disadarkan bahwa keputusan yang diambil  membawa resiko besar, yaitu  bangsa ini akan selalu bergantung dan tidak kreatif, selalu menjadi konsumen bukan produsen. Namun jika kekalahan dalam bersaing itu disebabkan oleh ilmuwan atau sarjana yang dihasilkan oleh kampus-kampus di negeri ini  masih berlum mampu bersaing dengan ilmuwan atau sarjana dari negara lain, maka jawabnya tidak ada lain kecuali memperbaiki format pendidikan yang ada, mulai dari tingkat menengah hingga perguruan tingginya. Yang sekarang menjadi masalah umum, mengapa pendidikan yang diperuntukkan bagi penyiapan tenaga-tenaga strategis itu tidak diberi prioritas lebih, dipenuhi semua aspek yang dibutuhkan mulai dari  tenaga pengajarnya, laboratorium, tempat praktek,  perpustakaannya, dan atau sistem pendidikannya yang harus diubah.

Problem ini harus segera di atasi dari mulai penghentian atau sekedar pembatasan barang inport yang notabanenya hanya membawa dampak sedikit karena hanya bisa memutar perekonomian di Negara sendiri saja sampai ke menciptakan para ahli yang berkreatifitas. Terutama adanya pemisahan secara mendasar pada pendidikan dan daya cipta kreatifitas bahkan mungkin hanya setingkat TK dan PAUD saja yang masih menyeimbangkan antara pendidikan dan kreatifitas. Padahal kesatuan dari keduanya sangatlah penting, keseimbangan pendidikan dan daya kreatif dapat membuat produk yang dihasilkan lebih menarik tentunya ini menghasilkan juga jika sampai dijual keluar bahkan permintaan export akan semakin banyak seiring penggunaan ide yang lebih kreatif dan disitulah nama Negara konsumen justru bisa tergantikan dengan Negara produsen. Sudah saat nya menghasilkan para ahli yang dapat menciptakan perekonomian bukan sekedar menggerakan perekonomian.

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 6 ?
Please leave these two fields as-is: