Media dalam proses pembelajaran

Posted on May 4, 2015 By

Ada beberapa landasan kenapa seseorang memilih media pembelajaran:

  1. Karena bermaksud mendemonstrasikannya
  2. Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya menggunakan proyektor , atau infokus, dan transparansi
  3. Ingin memberikan gambaran yang lebih jelas dan konkret
  4. Dengan menggunakan media dapat berbuat lebih dari apa yang diinginkannya, misalnya untuk menarik minat dan gairah belajar siswa.

Dalam proses pembelajaran, menggunakan media merupakan hal yang harus dilakukan, agar proses pembelajaran berjalan secara mengasyikkan. Hal ini karena mengajar merupakan usaha yang diakukan guru agar siswa belajar, dan belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman pengalaman. Baik pengaaman langsung maupun tidak langsung

Untuk memberikan pengalaman belajar tersebut, guru memerlukan alat bantu seperti patung manusia, film, musik, atau foto-foto, dan sebagainya. Demikian juga untuk mempunyai keterampilan membedah atau melakukan operasi pada manusia, pertama kali tidak peru melakukan pembedahan langsung, akan tetapi dapat menggunakan benda semacam boneka yang mirip dengan manusia.

Jenis-jenis media pembelajaran:

  1. Media visual

Menurut Rudi S, dkk (2006:120) media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran.

Media visual ini terdiri atas media yang tidak dapat diproyeksikan (non-projected visuals) dan media yang dapat diproyeksikan (projected visual). Media yang dapat diproyeksikan ini bisa berupa gambar diam (still pictures) atau bergerak (motion pictures)

  1. Media Audio

Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Program kaset suara dan program radio adalah bentu dari media audio.

Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya untuk melatih keterampilan yang terhubung dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dan sifatnya yang auditif, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya.

  1. Media Audio-Visual

Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Sudah barang tentu apabila anda menggunakan media ini akan semakin lengkap dan optimal penyajian bahan ajar kepada para siswa, selain itu media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dari tugas guru.

Dengan menggunakan media ini, guru tidak selalu berperan sebagai penyaji materi tetapi karena penyajian materi bisa diganti oleh media, maka peran guru bisa beralih menjadi fasiitator belajar, yaitu memebrikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Contoh dari media audio-visual diantaranya program videotelevisi pendidikan, video/televisi instruksional, dan program slide suara (sound slide)

Silahkan Like & Share

Pendidikan