kecerdasan Spiritual dan Bisnis

Posted on July 7, 2015 By

Spiritual Bisnis

Pernahkah anda membaca buku “The Corporate Mystic” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit kaifa (1996). Menurut saya buku ini pantassekali dibaca oleh anda yang ingin mendapatkan kesuksesan dunia, yang dapat saya simpulkan dari buku ini   bahwa pada era pasar global, orang mistikus atau sufi, yang bukan berada di vihara, kuil, gereja atau masjid, tetapi di perusahaan-perusahaan atau organisasi-organisasi modern. Hampir semua pengusaha dan eksekutif perusahaan-perusahaan sukses di AS yang diteliti memiliki sifat yang dimiliki oleh para punggawa agama. Mereka sangat menjunjung etika dan menjunjung tinggi nilai spiritual”.

Dalam Islam konsep penyatuan bisnis dengan spiritual jelas sekali berhubungan erat. Dan itulah yang dicontohkan Rasulullah saw. Mereka tidak memisahkan antara bisnis dan nilai spiritual. Mereka tidak mendikotomi antara masjid dan pasar. Inilah yang mencerminkan ajaran Islam yang komprehensif dan integral.

Islam diturunkan ke bumi sebagai hudan linnas (petunjuk hidup manusia), maka islam memiliki karakter komprehensif dan integral. Karena itulah Islam tidak mengenal pemisahan aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, maupun politik. Tidak bisa kita menggunakan islam hanya dalam social saja sedang dalam ekonomi menggunakan liberal. Islam juga tidak mengenal pemisahan aspek duniawi dan ukhrawi. Tidak ada wilayah duniawi yang lepas begitu saja dari nilai ukhrawi, karena sekecil apa pun yang kita lakukan akan berdampak di akhirat (QS. 99:7-8). Rasulullah pun bersabda, “Seorang mukmin akan diberi pahala dalam melakukan hal apa pun, termasuk suapan nasi yang dimasukkan ke mulut istrinya” (HR. Ahmad).

Selain Allah ciptakan manusia dengan tujuan asas ibadah. Maka bisnis harus bernilai ibadah. Hal ini diperkuat dengan perintah untuk bekerja, “… dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah…” (QS. 73:20). Allah memandang sama derajat orang yang berjihad dengan orang yang berusaha untuk mendapatkan harta halal untuk menafkahkan dirinya dan keluarganya, berbuat baik, dan bersedekah begitulah kira-kira tafsir ayat tersebut. Rasulullah juga bersabda, “berbisnislah kamu, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam bisnis” (HR. Ahmad).

Mungkin anda bertanya apakah ada hubungan antara bisnis dan al-qura.jawabannya jelas ada hubungan transcendental antara keduanya. Allah berfirman, “… Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (QS. 65:3). Ayat ini mengungkapkan adanya hubungan linear antara tawakkal dan rezeki, bahwa Allah memberi rezeki pada mereka yang bertawakkal.

Berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya pada Allah yang maha menentukan rezeki. Tidak hanya tawakkal, tapi ada aktivitas spiritual lain seperti istighfar, syukur dan bertaqwa yang dapat mendatangkan kemudahan dalam bisnis dan rezeki. Dan sebaliknya aktivitas spiritual destruktif atau kategori maksiat akan dapat menghambat rezeki, Tidak sulit memahami hubungan semua ini karena logikanya, Allah yang menciptakan alam, Allah yang menyuruh bekerja, Allah yang mengarahkan etika bekerja dan Allah pulalah yang menentukan hasilnya. Maka pasti adakekuatan yang bersinergi di balik ketentuan tersebut. Jelas ada hubungan fundamental dalam pandangan hidup muslim antara Allah dan bisnis.

Manusia adalah makhluk spiritual yang berdimensi fisik begitulah kata para ustadzyang sering kali saya dengar. Mungkin yang dimksud disini aspek spiritual membuat manusia mampu memahami pesan Ilahi yang berada pada konteks ruhiyah, dan fisik mewujudkannya dalam tataran materi. Spiritual yang memiliki kekuatan idealisme, maka ia akan memberi kekuatan untuk menciptakan semua sarana dan materi yang dapat mewujudkan idealismenya. Inilah yang mendorong diri memiliki hal unik dan kreatif serta daya cipta unuk memiliki karya.

Kesadaran spiritual akan menghindarkan kita dari jebakan penghambaan pada materi. Kesulitan materi tidak lantas membuat dirinya menyerah. Justru kekuatan spiritual akan mendorong dirinya untuk bangkit menciptakan materi sebagai sarana mewujudkan cita-cita hidup mulia. Dan di saat materi berlimpah, spiritualitas bisnis akan mencegah pelakunya dari arogansi diri. Karena keberhasilan bisnis yang ia raih bukanlah karena keunggulan dirinya, melainkan karena rahmat Allah. Ia tidak akan lupa bahwa rezeki yang ditangan adalah titipan Allah semata, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Maka ia akan berhati-hati dengan cara memperoleh dan membelanjakannya.

Kekuatan spiritual membuat bisnis berjalan penuh moral, karena spiritual mengutamakan keberkahan dari pada keuntungan, mengutamakan kemuliaan dari pada kemenangan. Bahkan rendahnya nilai moral dalam dunia bisnis, lambat laun akan menjadi bumerang bagi bisnis itu sendiri, lantaran hilangnya kepercayaan.

Spiritualitas bisnis menyadarkan pelakunya untuk melibatkan kehadiran Allah mulai dari permulaan bisnis, proses, dan hasilnya. Dengan kata lain menanamkan bahwa motif bisnis adalah karena Allah, dan dalam prosesnya harus sesuai dengan nilai-nilai Ilahiah, dan segala hasilnya mesti disyukuri, dievaluasi untuk perbaikan masa mendatang. Maka tak ada kata rugi dalam kaca mata spiritual bisnis. Karena semuanya menjadi bermakna ibadah. Keterpisahan bisnis dengan spiritual justru akan menyeret manusia pada kegersangan hidup yang membuat dirinya bersikap arogan. Ia akan kehilangan jati dirinya, dan ujungnya akan menciptakan disharmonisasi irama kehidupan.

Bagi seseorang yang menggunakan kecerdasan spiritual sebagai pedoman hidup, akan bersikap bahwa harta, profesi, dan jabatan hanyalah amanah Allah yang kelak harus dipertanggung jawabkan. Dengan spiritual yang tinggi seseorang akan melihat persoalan dengan lebih jernih dan subsantif. Sehingga kilau dunia tidak membuatnya menjadi terlena, justru membawa pelakunya pada titik ketentraman lahir dan batin.

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: