Intelegensi + Kematangan Emosional = Jaminan Kesuksesan

Posted on December 3, 2015 By

Brain and nerve cells, neural network

Brain and nerve cells, neural network

Oleh: Devi Yulianti Wafiah

Intelegensi atau kecerdasan adalah kata benda sebagai bahasa untuk menerangkan kata kerja atau kata keterangan, seseorang menunjukkan intelegensinya ketika ia bertindak atau berbuat dalam situasi disetiap lingkungannya, intelegensi seseorang dapat dilihat dalam caranya orang tersebut berbuat atau bertindak.

Intelegensi memiliki  hubungan yang erat dengan intelek atau pengetahuan, apapun itu jenis pengetahuannya. Karena intelegensi dapat dikatakan intelek yang siap digunakan. Sampai saat ini diketahui bahwa intelegensilah sebagai kemampuan umum mental individu yang tampak dalam caranya bertindak, berbuat atau dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

Semua orang memiliki tingkat intelegensi yang berbeda – beda bahkan seiring berjalannya waktu intelegentsi tersebut akan terus berkembang. Intelegensi berawal dari pembawaan semenjak lahir atau potensi alamiah seseorang namun tetap saja agar potensi ini berkembang dibutuhkan penunjang dan pendorong seperti kesiapan mental menerima potensi tersebut, lingkngngan yang dapat membentuk intelegensi menjadi bentuk ynag lebih baik, minat dan juga kebebasan mengembangkan intelegensi tersebut.

Intelegensi berimplikasi pada kemampuan menyelesaikan masalah, menciptakan atau sekedar mengkobinasikana sesuatu yang baru, memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari – hari. Tidak jarang orang yang memiliki intelegensi lebih tinggi memiliki pandangan tesendiri terhadap permasalahan yang menimpanya, bahkan ia dapat menciptakansuatu hal bar sebagai alasan untuk memperbaiki masalah tersebut. daya cipta dan perhatiannya membuat intelegensinya mengerucut kearah kreatifitas yang diperoleh dari potensi dasarnya. Seseorang yang memanfaatkan intelegensi hampir dapat dikatakan mengetahui motif hidupnya yang timbul dari kebutuhan dan keinginan yang diperjuangkan serta di komunikasikan.

Intelegensi atau kecerdasan antara anak yang satu dengan anak yang lain berbeda. Dalam psikologi, intelegensi anak telah mampu diukur dengan pengukuran melelui suatu alat psikodiagnostik tertentu yang biasa disebut dengan psikotes. Karena berbagai macam tes yang digunakan oleh psikologi. Maka salah satu tes tersebut adalah tes intelegensi. Dengan maksud untuk mengungkap kemampuan / kecerdasan individu, mulai dari anak-anak sampai dengan beranjak dewasa.

Intelegensi dan berpikir adalah dua hal yang saling berkaitan. Berpikir melibatkan manipulasi dan transformasi informasi dalam memori. Berpikir konkret, abstrak, masa lampau dan masa depan semua dapat dipikirkan dengan cara mengatasi permasalahannya, semua itu tidak terlepaas dari kecerdasan dan berpikir.

Dalam proses perkembangan dan kehidupan anak sehari-hari tampak adanya perbedaan kemampuan dalam melaksanakan aktivitas dan dalam menyelesaiakan masalah. Pada umumnya anak-anak yang memiliki intelegensi yang tinggi akan mampu dengan cepat dan berhasil melaksanakan dan menyelesaikan tugaasnya. Tetapi sebaliknya anak yang kurang atau rendahintelegensinya pada umumnya kurang mampu. Sehingga lambat / sulit dan kurang berhasil menyelesaikan tugasnya. Oleh karena itu, pada setiap lembaga pendidikan intelegensi anak juga akan mempengaruhi kualitas prestasi hasil belajar mereka. Cepat lambatnya tempo belajar dalam menerima dan menyerap pelajaran dipengaruhi tingkatan intelegensi. Demikian juga tinggi rendahnya prestasi hasil belajar yang dicapai siswa juga tergantung pada taraf intelegensi.

Faktor intelegensi merupakan suatu ukuran keberhasilan seseorang dalam belajar / meraih kesuksesan dalam hidupnya. Namun tidak sedikit juga orang yang mempunyai intelegensi yang tinggi mengalami kegagalan. Maka dapat dikatakan bahwa faktor yang paling dominan untuk mempengaruhi keberhasilan dalam hidup bukan semata-mata ditentukan oleh tingginya kecerdasan intelektual saja melainkan juga adanya kematangan emosional. Banyak orang gagal dalm hidupnya bukan karena intelektualnya rendah. Melainkan karena kurang memiliki kecerdasan emosional. Dan tidak sedikit orang yang mimiliki kesuksesan dalam hidupnya karena mereka memiliki kecerdasan emosional, meskipun intelegensinya hanya pada tingkat rata-rata.

12194869_562739160560787_3306952347874546711_o

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 7 + 3 ?
Please leave these two fields as-is: