Guru Bukan Bingkai Pendidikan

Posted on November 16, 2015 By

12194869_562739160560787_3306952347874546711_oOleh: Devi Yulianti Wafiah

Menjadi guru kadang menjadikan seseorang menjadi pribadi sombong seolah – olah semua ilmu sumbernya dari guru tersebut. Buktinya kebanyakan guru secara sadar atau tidak menjadikan diri nya sebagai satu – satunya sumber belajar pada anak dengan pendekatan yang telah ditentukan guru tersebut dimana hal ini dapat membuat anak didik tergantung kepada guru tersebut. Sebagai guru seharusnya tidak membiarkan kita sebagai guru saja yang terus saja mencoba untuk bereksplorasi dari berbagai sumber belajar untuk memecahkan masalah anak didik kita padahal akan menjadi lebih baik jika peserta didik sendiri yang mencari data untuk memecahkan permasalahannya. Secara sadar atau tidak guru telah menjadikan diri nya sebagai satu – satunya sumber kebenaran untuk anak didik yang sedang berada dalam proses pendidikan.

kemuliaan-menjadi-seorang-guru

Saya meyakini bahwa sampai saat ini, ilmu pengetahuan dan keterampilan dan kualitas kemampuan individu terus berkembang maju kedepan dan ilmu yang diajarkan kepada anak didik pada saat ini sangat mungkin sudah kadaluarsa mengingat sangat cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada saat sekarang ini, pelbagai media pembelajaran dan informasi mengenai suatu data telah tersedia secara gratis dimana pun keberadaan peserta didik. Apa yang terjadi bila guru selalu saja menjadi bingkai yang membatasi anak didik untuk mencari sumber belajar? Maka yang terjadi anak didik akan menjadi sebuah katak yang terkurung dalam tempurung yang terjajah oleh pola pikir yang diwariskan oleh guru yang mendidiknya sehingga mereka tidak terbuka untuk menerima kebenaran karena tidak memiliki keterampilan untuk mengakses belajar dan kebijaksanaan dalam mempelajari dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkannya.

Keasyikan guru sebagai sumber ilmu menjadikan orang yang berprofesi sebagai guru lebih memfokuskan diri sendiri menjadi manusia super di depan anak didik nya sehingga semua kebenaran ada di tangan guru tanpa peduli pendapat dan kebenaran siswa yang nyatanya bertentangan dengan guru tersebut, sehingga yang terjadi menjadikan guru fokus untuk menjejali anak didik nya dengan pengetahuan dan keterampilan yang tidak bermakna untuk mereka anak didiknya sendiri karena tidak bisa mereka aplikasikan dalam masalah dalam keseharian mereka.

Nilai yang mestinya menjadi fokus sebagai seorang guru agar mereka anak didik mampu menyaring informasi, berkarakter dan mampu untuk mengakses sumber belajar lebih luas ketika guru tidak bersama mereka anak didik menjadi hal yang terlewatkan bahkan tidak menjadi prioritas dalam pengajaran yang dilakukan guru dan anak didiknya sehingga jadilah proses KBM hanya sebatas proses pembelajaran bukan proses pendidikan sebagai pewarisan nilai untuk menjadikan anak didik kedepannya bisa menghadapi zaman yang berbeda secara aktual sehingga memerlukan cara berpikir yang berbeda dengan cara berpikir di zaman sekarang ini.

Sebagai guru sangat perlu untuk menyadari bahwa profesi guru bukan merupakan profesi yang membuat orang sudah benar tapi justru harus menjadikan seseorang mengikuti kebenaran sehingga menjadikan diri lebih rendah hati untuk tidak menjadikan diri sebagai belenggu dan bingkai pendidikan untuk anak didik.tugas guru bukanlah hal ang mudah, guru dituntut untuk menciptakan anak didik yang siap menghadapi masa yang jauh lebih komplek dari zaman sekarang. Pendidikan itu bermakna luas, hak untuk belajar itu tak terbatas jadi buat apa jika seseorang memiliki bingkai kehidupan dalam proses pendidikannya?

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 3 ?
Please leave these two fields as-is: