Berbisnis Dengan Tuhan, aktivasi otak kanan?

Posted on July 2, 2015 By

Oleh: Devi Yulianti Wafiah

Semua kitab suci mengajarkan kepada kita untuk berbuat baik. Ada yang memberikan imingan berupa pahala, ada yang memberikan imingan berupa surga, ataupun cukup kebahagiaan dunia. Itu hanya sebuah langkah awal saja. Bagi yang sudah lebih maju, kitab suci juga akan membimbing kita kepada untuk menemukan yang lebih tinggi lagi dibandingkan berharap pahala sebagia tiket akhirat.

Jika merujuk pada kitab suci Al-Qur’an untuk apa manusia diciptakan : “Inna Khalaqnal jinna wal insa illa liya’budun” sesungguhnya manusia dan jin diciptakan tiada lain hanya untuk menyembahnya.

Menyembah di sini adalah mengerjakan perintah penguasa yang enciptakan kita dan meninggalkan semua larangannya tentu hal ini telah lengkap dititahkannya di dalam Al-Qur’an. Kita sebagai mahluk yang tiada memiliki daya upaya kecuali dengan kehendakyang menciptakan kita Alloh SWT.  Dengan bantuannya kita dapat sholat, berpuasa, membayar zakat, naik haji dan perbuatan lainnya baik yang baikataupun yang buruk.Apakah pantas meminta sesuatu apalagi mengharap nikmatnya surga dan menghindari neraka dengan banyaknya beramal saleh. Bukankah sudah sangat jelas bahwa setiap perbuatan kita adalah hasil campur tangan alloh, bukan kita yang mengerjakan amal shaleh, karena semuanya sudah ada yang menghendaki, ada yang menggerakkan, kita hanya menjalankan yang sudah ada dalam porsi kita. Dengan Rahmatnyalah kita dapat masuk kedalam surga ataupun nerakanya bukan semata-mata amal sholeh yang kita perbuat saja.

Amal sholeh disini berada dalam lingkup yang luas, dimana saja setiap kita berada di setiap dan di seluruh aktivitas yang kita jalani termasukdalam bidang perekonomian seagai ukuran pasti zaman sekarang manusia dikatakan kaya atau miskin. Selama ini manusia hanya mengandalkan materi dan usaha fisik untuk membangun dan membesarkan usaha. Tidak terpikirkan bahwa usaha dapat diperbesar dengan jalan ibadah.

Apa hubungan antara usaha dan ibadah? Bukankah keduanya adalah hal yang berbeda?

Tidak. Berbisnis bukan hanya pekerjaan duniawi. Ketika kita melibatkan Allah dalam menjalankan usaha, maka Allahpun akan hadir memberikan pertolongan pada kita sehingga usaha kita untuk mendapatkan rezeki yang halal dapat tercapai. Saat kita memprioritaskan Allah dalam usaha kita, maka Allah pun tak segan untuk memprioritaskan kita untuk urusan rezeki. Insya Allah.

Lalu, bagaimana agar terjadi bisnis yang besar yang sukses lewat jalan ibadah? Allah telah memberikan cara mudah agar manusia dapat mencapai tujuannya dengan baik. Ingin bisnis berjalan lancar? Lancarkan komunikasi dengan Allah dengan rajin shalat di awal waktu. Ingin ekspansi usaha bertambah pesat? Pesatkan pula ibadah sunnah seperti shalat tahajud, shalat dhuha, dan perbanyak membaca Al Qur’an. Selalu berdzikir kepada Allah dalam beraktivitas, maka Allah akan selalu mengurus kita. Ingin investasi saham lebih besar? Investasikan penghasilan anda dalam bentuk sedekah dan infak pada mereka yang membutuhkan.

Berbisnis adalah proses menjalani kehidupan dan kita hidup hanya untuk beribadah kepada alloh SWT. Maka sudah sepantasnya kita melibatkan alloh dalam menjalankan bisnis untuk mencapai keridhoan alloh SWT. Dengan begitu kebahagiaan didapatkan akhirat pun akan didapatkan. Sukses dunia tiket akhirat pun dapat disiapkan. Bukan kah yang kita cari selama ini adalah rohman alloh didunia dan rohim alloh diakhirat bukankah surga dan neraka hanyalah bonus tertentu sesuai keridhoan alloh?

Silahkan Like & Share

Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 2 ?
Please leave these two fields as-is: